Weekly reviews

ECB kekal mantap di depan Trump dan juga Brexit

European Central Bank (ECB) bakalan mengadakan first monetary policy meeting of 2017, pada hari Kamis. Tetapi jangan terlalu bersemangat, segala sesuatu yang mungkin bakalan kelihatan sama. Dan ini adalah kerana:

Bagi kebanyakan orang, pada tahun baru adalah sinonim daripada menetapkan tujuan, membuat perubahan radikal dan mencoba hal-hal yang berbeda. Ianya bukan untuk ECB. Januari telah menggebrak dengan agenda dan intens yang baik dari dalam kancah politik dan juga ekonomi, dan untuk otoritas daripada bank sentral yang diterjemahkan ke dalam buat menjaga hal-hal yang stabil sampai tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi.

Apa yang terdapat di dalam agenda?

Peresmian Donald Trump

Sejumlah besar daripada analis pasaran mempercaya pada acara ini yang bakalan bisa menjadi turnpoint untuk disebutkan sebagai post-election rally yang terlihat sejak daripada tanggal 8 November Saham, mata uang dan bond yields dikirakan besar keuntungan sejak pemilihan presiden pada jangkaan untuk pemotongan tax, deregulasi industri dan infrastruktur pengeluaran. Situasi pada saat menunjukkan kesamaan dengan " buy the rumor, sell the fact " skenario, yang menurut pakar. Kata Donald Trump yang bakalan berhati-hati ketika dianalisis oleh investor dalam mencari rincian mengenai rencana ekonominya buat masa depan yang segera.

Resolusi UK Supreme Court kepada Brexit

Brexit itu. Pertanyaannya adalah kapan dan juga bagaimana. Sebagiannya, masalah ini bakalan menjadi lebih jelas setelah tanggal 20 Januari ketika aturan daripada UK Supreme Court untuk menentukan apakah PM Theresa Mei perlu mendapatkan persetujuan daripada parlemen untuk memicu Article 50 of the Lisbon treaty dan secara resmi memulai proses Brexit. Jika pengadilan melakukannya dalam mendukung parlemen, maka itu semua mungkin bakalan tertunda untuk sedikit lebih lama.

Krisis perbankan Italy

Banca Monte dei Paschi di Siena (MPS) dan kisah yang tidak berujung sebanyak 28 miliar euro non-performing loans (NPL). Setelah beberapa kali gagal untuk rekapitalisasi busur Bank, situasi tidak banyak berubah sama sekali. Investor dan juga klien berterusan menarik dananya, pelebaran masalah likuiditas pada setiap hari. Ya, pemerintah Italy telah menyetujui bailout buat mengamankan stabilitas keuangan nasional tetapi sayangnya, kerusakan sudahpun dilakukan. Adapun ECB, ini menguraikan masalah yang lebih besar, investor menjaga diri daripada aset Italy daripada semua jenis, yang bisa memicu resesi yang lebih serius dalam perekonomian yang terbesar dan ketiga di Eropah.

Di menit yang terakhir, ECB's Governing Council menganjurkan untuk menjaga " steady-hand approach to financial conditions in the Euro area over the period ahead to allow the recovery to mature and strengthen." yang sedang mempertimbangkan peristiwa yang disebutkan seperti di atas, itu merupakan jalan yang secara luas diantisipasi.