Trading signals

Kita memasuki pertengahan untuk pekan kedua - peristiwa pada market berkembang dengan cukup tenang. Peristiwa terbesar pekan ini tertinggal di belakang - Pemungutan suara Prexit di Parlemen Inggris, dan Theresa May saat ini sedang mengerjakan Rencana B-nya, yang ia uraikan pada hari Senin. Rate inflasi di Zona Euro dan Philadelphia FED akan menjadi fokus market dalam kalender hari Kamis. Dolar AS melanjutkan pertumbuhan moderat, tetapi USD telah menunjukkan tanda-tanda kondisi overbought, futures untuk indeks AS di zona merah dalam perdagangan Asia.

Setelah kekalahan keras Tresa May pada pemungutan suara Brexit di parlemen, yang merupakan kekalahan terburuk bagi pemerintah Inggris saat ini, ada banyak ketidakpastian lain di market, dan ketidakpastian ini memiliki sifat yang lebih mendasar dan lebih luas. Perlambatan pertumbuhan ekonomi di Jerman, dan pada saat yang sama di Eropa, penurunan secara nyata dalam ekspor dan impor di Cina, semua ini menciptakan risiko bagi ekonomi Amerika - dalam hal ini, data penjualan ritel di hari ini akan menjadi fokus perhatian market secara umum.

GB voting untuk kesepakatan Brexit Theresa Mae di Dewan Rakyat British menjadi pusat perhatian pada sesi perdagangan hari Selasa, meskipun pemungutan suara dimulai terlambat di waktu London event akan mempengaruhi seluruh sesi perdagangan. Menjelang pemungutan suara, diharapkan kesepakatan Mae akan dibatalkan. Tetapi ini tidak mencegah pound naik ke level tertinggi sejak pertengahan bulan November pada faktor teknis dan likuidasi GBP. Ini mengkhawatirkan, tetapi kami akan memantau perkembangan karena kami mengantisipasi tingginya volatilitas.

Akhirnya, ada beberapa pergerakan di market valuta asing, beberapa aksi indah dalam hal pergerakan analisa teknikal - euro break pada level resistance penting $1.1500. Kami mengharapkan perkembangan ini pada awal pekan, tetapi kami percaya bahwa ini hanyalah permulaan, waktu set awal dimulainya menjadi lebih lama dan penjualan terhadad dolar AS yang lebih luas. Pada dasarnya, semua ini bertepatan dengan sikap FOMC terbaru, yang mempertimbangkan kembali rencananya dan saat ini tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.  

Kita telah kembali ke volume market yang normal setelah liburan. Tetapi di pertengahan pekan ini investor masih terfokus pada hasil negosiasi perdagangan antara AS dan China, yang diperpanjang sampai hari Rabu, sinyal positif bagi market. Pada hari Selasa, perdagangan dolar yang fluktuatif berlanjut - tetapi semua upaya pertumbuhan korektif dibatalkan. Hari ini, para pemain terfokus pada apa yang disebut risalah Fed. Hari itu menjanjikan akan menarik.

Kita kembali secara penuh ke volume market perdagangan setelah liburan yang kembali ke tingkat normal. Investor akan ingin tahu apa yang akan terjadi dalam putaran terakhir perundingan perdagangan antara AS dan Cina, dan faktor ini masih menjadi sorotan market, serta apa yang ingin diambil Theresa May untuk menghindari kekalahan di parlemen untuk pekan depan. Pada hari Senin, beberapa oversold secara taktis pada dolar terlihat, tetapi pada hari Selasa di Asia kita melihat perlambatan dari pullblack lokal.

Terlepas dari laporan ketenagakerjaan AS yang kuat, pada hari Jumat market terus menjual dolar, kembali ke pemembelian saham mengingat level yang menarik dan kondisi market yang oversold. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh pidato ketua Fed pada hari itu, ketika Jerome Powell meyakinkan investor dengan komentar yang lebih blak-blakan daripada yang dia sampaikan pada pertemuan Fed terakhir. Pada hari Jumat, market AS menunjukkan kenaikan tiga persen, tetapi data di market tenaga kerja tidak membawa perubahan signifikan pada market mata uang FOREX karena dolar AS tetap di bawah tekanan.

2019 berangsur-angsur memasuki kekuatannya, dan kami menyaksikan awal badai, sebagaimana dibuktikan dengan merosotnya pasangan USD/JPY secara tiba-tiba. Saat ini market akan mengharapkan rilis laporan bulanan tentang pekerjaan di Amerika Serikat. Sudah jelas likuidasi intensif untuk posisi akan berisiko di seluruh market, kami kembali ke situasi di mana investor melihat berita baik sebagai berita buruk dan berita buruk sebagai berita baik. Perdagangan hari ini akan menarik dan fluktuatif dan itu hanya salah satu dari hari-hari ketika lebih baik untuk keluar dari market dan mengikuti situasinya dari luar.

Volume market belum kembali ke level normal dan tidak akan normal sampai pekan depan. Salah satu konsekuensi dari volume market yang rendah adalah volatilitas market yang tinggi, dan inilah yang kami lihat di awal pekan ini, dengan penurunan secara tiba-tiba pada USDJPY dan AUDUSD, itu mengguncang seluruh market FX. Tahun dimulai dengan cara yang menarik dan tidak menentu, tetapi apa artinya semua itu?

Market diperdagangkan pada hari Jumat terakhir di tahun 2018, dan mendekati tahun baru. Liburnya perdagangan jauh dari ketenangan, dan kondisi market yang lebih halus menciptakan kemungkinan peningkatan volatilitas dan ayunan liar di market saham. Ada alasan bagus untuk volatilitas, karena tahun ini akan segera berakhir, dengan berkembangnya ketidakpastian yang berlanjut sampai tahun 2019.