Fundamental analytics

Mata uang Amerika diperdagangkan di bawah tekanan

Pada hari Jumat, market ekuitas AS dibuka di zona merah. Selain peristiwa strategis utama pekan ini terkait dengan konfrontasi perdagangan antara China dan Amerika Serikat, serta peristiwa seputar lira Turki, pekan ini market platinum dan minyak berada dalam perhatian market. Harga untuk platinum merosost ke posisi terendah 10-tahun, karena runtuhnya lira di Turki berdampak pada mata uang negara-negara berkembang, termasuk mata uang produsen utama Afrika Selatan, belum lagi penguatan besar-besaran dolar AS di dimana platinum diperdagangkan.
Pada hari Rabu, market platinum pindah ke aksi short di tengah tekanan kuat dari semua market logam - investor bergegas ke keamanan dolar, mendorongnya ke pertumbuhan dan membuat harga dolar lebih mahal untuk buyer yang menggunakan mata uang lainnya.
Sekali lebih mahal dari emas, platinum turun 25 persen dari tertinggi Januari ke bawah $780 per ounce. Pekan ini market mencapai level terendah sejak Oktober 2008 dan rekor terendah baru terhadap emas.
Harga minyak terus menguat pada hari Jumat, karena Brent pada hari kamis mendorong dari level $70. Meskipun pertumbuhan ini di saat periode lima hari saat ini akan menjadi penurunan mingguan lainnya. Hambatan utama untuk pertumbuhan harga adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi di tengah-tengah gejolak perdagangan antara Amerika Serikat dan China dan melemahnya mata uang negara berkembang yang mempengaruhi pertumbuhan dan konsumsi bahan bakar.
Pada market mata uang FOREX, melemahnya dolar AS semakin meningkat pada awal sesi Wall Street. Indeks dolar AS merosot ke zona 96,15 dan tetap rentan terhadap penurunan lebih lanjut. EUR/USD diperdagangkan dekat resistance lokal pertama 1.1415, dan tidak bisa bergerak lebih tinggi. Meskipun demikian jika candle mingguan ditutup pada tanda ini, kami akan mendapatkan sinyal positif.